Selasa, 05 Oktober 2010

Hart merasa belum menjadi penjaga gawang nomor 1

Penjaga gawang Manchester City, Joe Hart yang merupakan penjaga gawang tim nasional Inggris juga mengatakan bahwa ia tidak merasa bahwa saat ini ia adalah kiper nomor satu di dunia. Saat ini, Hart memang penjaga gawang nomor satu di dunia.

Saat ini Hart menggeser posisi Shay Given di Eastlands. Selain itu, ia telah dipercaya menjadi starter dalam tujuh pertandingan di Premier League. Dan Fabio Capello juga telah memberikan kepercayaan kepada Hart untuk menjadi starter di tiga pertandingan Internasional.

Walaupun penampilan Hart sangat bagus dan telah mendapatkan kepercayaan, Hart masih tidak dapat memastikan bahwa posisinya di City dan di tim nasional Inggris. Dan ia merasa bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk mendapatkan tempat.

"Saya tidak merasa bahwa semua sudah mapan," ungkapnya seperti dilansir Espn.

"Saya masih merasa baru di City, meskipun saya sudah ada di sini cukup lama. saya menempatkan diri saya sebagai yang baru dan saya juga baru di timnas Inggris. Jadi masih banyak pekerjaan untuk dilakukan dan mendapat tempat," ujar Hart.

Lampard di tim Inggris

Pemain asal Inggris, Frank Lampard sempat tidak masuk ke dalam tim nasional Inggris karena ia mengalami cedera. Tetapi, ternyata saat Lampard tidak bermain dengan Inggris, penampilan Inggris jauh lebih baik.

Saat Lampard tidak bermain, Steven Gerrard, Gareth Barry, James Milner dan pemain muda Adam Johnson yang mengisi lini tengah Inggris. Dan penampilan mereka lebih baik dibandingkan saat Lampard bermain. Masalah utama bagi Inggris adalah ketika Gerrard dan Lampard bermain bersamaan. Walaupun tanpa Lampard Inggris bermain lebih baik, tetapi Inggris tetap membutuhkan Lampard.

Ketika Lampard tidak bermain, Gerrard bisa mendapatkan posisi favoritnya, sedangkan saat Lampard bermain, ia harus pindah dari posisi favoritnya. Dan Inggris sepertinya bermain lebih baik dengan Gerrard. Tetapi, manajer Tottenham Hotspurs, Harry Redknapp mengatakan bahwa Lampard harus bergabung dengan Inggris.

"Frank mampu mencetak 20 gol per tahun. Dia mencetak gol untuk Inggris dan bahkan di Piala Dunia. Andai gol Frank ke gawang Jerman (di Piala Dunia 2010) disahkan, siapa yang bisa menduga bagaimana akhir pertandingan nantinya?" ujar arsitek kelahiran 2 Maret 1947 itu.

"Memang orang bisa berubah pikiran di setiap pekan. Pekan ini, mungkin dia bisa jadi yang terbaik. Pekan depan, dia bisa dicap tidak berguna," tambah pria yang pernah menangani West Ham, Portsmouth, dan Southampton itu.

"Namun saya menilai Frank merupakan kreator serangan kelas atas. Saya ingin menggunakannya di tim Inggris mana pun. Jika saya pelatihnya, saya ingin memainkan Frank dan Gerrard bersamaan di setiap pertandingan," tuntas Redknapp.

Reja memuji Hernanses

Pelatih Lazio, Edy Reja mengatakan bahwa ia kaget dengan hasil yang diperoleh oleh timnya di awal musim ini. Lazio tampil begitu luar biasa di awal musim ini. Wajar saja jika Edy Reja merasa kaget mengenai hasil dari performa timnya, karena delapan bulan yang lalu, mereka tidak dalam kondisi yang bagus, atau dapat disebut cukup buruk.

Saat ini, Laszio berada di puncak klasemen Seri A. Dan mereka memimpin dua poin dari Inter Milan. Lazio dapat berada di puncak klasemen saat ini karena performa dari Hernanses, Stefano Mauri dan Sergio Floccari yang sangat bagus, sehingga Lazio bisa bermain dengan baik. Jika Edy Reja mengingat penampilan timnya delapan bulan yang lalu, tentu saja ia akan sangat terkejut dengan hasil Lazio saat ini.

"Musim semi lalu Lazio mengalami situasi menderita baik di dalam dan luar. Tidak mudah untuk keluar dari itu," ujarnya seperti dilansir Football Italia.

"Kami dapat melakukannya karena kami dapat menciptakan grup yang solid dan grup yang bersatu. Namun itu tak mudah karena tim sekarang ini kurang lebih sama dengan skuad musim lalu," kata Reja.

Penampilan Lazio saat ini memang berkat penampilan Hernanses yang sangat baik. Dan Reja juga memuji Hernanses yang membantu Lazio menjadi seperti saat ini.

"Dia adalah pemain luar biasa. Sekali lagi saya berterima kasih pada Lotito dan Tare yang mendapatkan dia buat saya," tukasnya.

Pires mengikuti latihan bersama Arsenal

Mantan pemain Arsenal, Robert Pires mengikuti latihan bersama dengan Arsenal. Saat ini Pires tidak memiliki klub, karena musim lalu Villarreal telah melepaskan Pires. Pires mengikuti latihan bersama dengan Arsenal di London Colney pekan lalu. Dan Pires mengatakan bahwa ia akan tinggal selama tujuh hari.

Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan bahwa penampilan Pires masih bagus, walaupun umurnya sudah 37 tahun dan Wenger memuji penampilan Pires. Sebelum Pires mengikuti latihan bersama dengan Arsenal, Sol Campbell yang merupakan mentan pemain Arsenal juga pernah mengikuti latihan bersama dengan The Gunners. Setelah mengikuti latihan bersama, akhirnya Campbell kembali bergabung dengan The Gunners.

Walaupun Pires mengikuti latihan bersama dengan Arsenal, Wenger mengatakan bahwa ia tidak akan mengajak Pires untuk kembali bergabung. Dan ini bukan untuk pertama kalinya Pires ikut berlatih dengan Arsenal.

"Pires tampak gembira saat berlatih. Secara fisik dia bagus. Dia bisa menawarkan "jasa"-nya ke Liga 1," kata Wenger.

Pires bermain untuk Arsenal selama 6 tahun, yaitu dari tahun 2000-2006. Dan menurut suporter Arsenal, Pires menempati peringkat ke-6 pemain terbaik Arsenal yang terbaik sepanjang masa.

Lebih Agresif, Gol berkurang

Barcelona bermain lebih agresif pada musim ini, tetapi jumlah gol yang mereka kumpulkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan musim lalu. Musim ini, rata-rata tembakan yang mereka lakukan adalah 18,75 per pertendingan. Sedangkan musim lalu 15,56 dan temporada 2008/09 adalah 17.

Jika dibandingkan dengan tim yang berposisi di bawah Barcelona, Barca mengumpulkan gol lebih sedikit. Tim-tim tersebut seperti Getafe dan Malaga. Dalam enam pertandingan di La Liga, mereka hanya mengumpulkan 10 gol. Sedangkan di enam pertandingan awal di La Liga temporada pada tahun 2009/10, mereka mengumpulkan 17 gol. Jika dibandingkan, gol yang mereka kumpulkan di musim ini jauh lebih sedikit dibandingkan musim lalu.

Saat Barcelona menghadapi Mallorca, mereka melakukan 26 tembakan, tetapi dari 26 tembakan itu, hanya menghasilkan 1 gol. Saat mereka menghadapi Racing Santander, mereka menang dengan skor 3-0. DAn mereka mencetak 3 gol dari 10 tembakan. Pada musim ini, rata-rata mereka menghasilkan satu gol dari sembilan tembakan, sedangkan di musim lalum mereka mencetak 1 gol dari enam tembakan.

Walaupun di musim ini Barcelona bermain lebih agresif, tetapi gol yang mereka kumpulkan tidak sebaik musim lalu atau dibandingkan dengan beberapa musim sebelumnya.