Jumat, 18 November 2011

Telematika di Bidang Kesehatan

Jika kita mendengar kata telematika, maka hal pertama yang akan muncul di dalam pikiran kita kemungkinan besar adalah Cyber Crime dan segala sesuatu yang berhubungan komunikasi. Namun, perlu kita sadari bahwa komunikasi terjadi di dalam berbagai hal di dalam hidup kita, seperti dunia hukum, dunia hiburan bahkan dunia kesehatan. Dunia kesehatan? Mungkin anda berfikir bahwa telematika tidak terjadi di dunia kesehatan. Jika anda berfikir seperti itu, maka anda salah. Karena telematika juga terjadi di dunia kesehatan. Di dalam artikel ini akan dijelaskan tentang telematika di dalam dunia kesehatan serta perkembangannya di Indonesia.


Penerapan Telematika Dalam Bidang Kesehatan
Setelah menjelaskan pengertian dari telematika, kelompok kami ingin mencoba memberikan satu contoh bentuk penerapan dari teleamtika tersebut. Salah satu penerapan telematika dalam bidang kesehatan ini adalah Telematika dalam Penelitian Kesehatan, disamping Tele-Education, Telemedicine, serta Telematika untuk Manajemen Pelayanan Kesehatan dan kelompok kami akan menjelaskan mengenai Tekemedicine

Definisi Telemedicine
Telemedicine merupakan suatu layanan kesehatan antara dokter atau praktisi kesehatan dengan pasien jarak jauh guna mengirimkan data medik pasien menggunakan komunikasi audio visual mengunakan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada misalnya menggunakan internet,satelit dan lain sebagainya.
Dari gambar diatas dapat dijelaskan lebih mendalam mengenai apa itu telemedicine. Komponen penyusun teknologi telemedicine adalah pasien, dokter, internet dan praktisi kesehatan. Pasien memiliki jarak yang jauh dengan dokter. Apabila pasien ingin memeriksa kesehatan mereka tidak perlu berangkat ke tempat dokter, ini untuk penyakit yang kecil dan menengah dan untuk perawatan jalan. Untuk pasien dengan sakit parah dan perlu rawat inap hal ini sulit diterapkan,tetapi masih dalam tahap pengujian. Misal untuk pasien sakit jantung, kanker, tumor dan lain-lain. Antara pasien dengan praktisi kesehatan harus memiliki jaringan internet yang terhubung secara global sehingga pasien bisa menggunakan telemedicine.

Sejarah Telemedicine
Ide tentang pemeriksaan dan evaluasi kesehatan dengan menggunakan perangkat jaringan telekomunikasi bukanlah hal yang baru. Setelah diperkenalkan pesawat telepon, percobaan telemedicine telah dilakukan pertama kali dengan men-transmisi-kan rekaman ekg melalui jaringan telepon sistem analog. Walaupun jarak tempuh transmisi hanya beberapa kilometer, namun nilai klinisnya tidak begitu bermakna. Setelah itu, beberapa kali dicoba untuk melakukan transmisi suara jantung dan napas antar dokter dan pasien.Setelah Perang Dunia ke-II (1945), teknik transmisi foto dikembangkan oleh militer di eropa. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi para pioner kedokteran dalam mengembangkan teknik pengiriman gambar-gambar medis tentang penyakit dan kelainan dari pasien ke dokter. Sejumlah peneliti kedokteran pada saat itu telah melakukan kegiatan pendidikan, interprestasi dan menegakkan diagnosis serta melakukan pengobatan psikiatri, dan radiologi jarak jauh.

Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan sistem digital saat ini, perkembangan telemedicine semakin berkembang. Peralatan kedokteran dapat menghasilkan gambar digital secara langsung, selain itu juga dapat mengubah citra video menjadi citra digital. Kini, penggunaan telemedicine sangat luas sampai sekarang diaplikasikan di Amerika, Yunani, Israel, Jepang, Italia, Denmark , Belanda, Norwegia, Jordan, India, dan Malaysia.

Sejarah Telemedicine di Indonesia
Telemedicine di Indonesia sudah berkembang cukup signifikan. Di Indonesia sudah meluai menggunakan telemedicine sejak tahun 90an. Pada era tersebut masih menggunakan teknologi telepon standar. Di era sekarang telemedicine sudah berkembang lebih pesat, misalnya di Surabaya antar puskesmas di seluruh Surabaya sudah saling terhubung dengan tekologi internet dan sudah terhubungsatu dengan yang lain, selain itu puskesmas juga sudah terhubung dengan pusat kesehatan kota. Tetapi bandwidth di Indonesia masih kurang untuk dilakukan teleconference antar pasien dengan praktisi kesehatan. Tetapi hal ini memungkinkan apabila antar puskesmas dengan pusat kesehatan kota memiliki akses internet sendiri tidak menggunakan layanan public internet.

Tipe-tipe Teknologi yang Digunakan
Dua jenis teknologi yang berbeda paling banyak digunakan dalam aplikasi telemedicine sekarang ini. Yang pertama dikenal dengan istilah store danforward digunakan untuk mentransfer image digital dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Sebuah citra digital diambil menggunakan kamera digital (disimpan) dan kemudian di kirim (forward) oleh komputer ke lokasi lainnya. Hal ini biasanya dilakukan untuk kondisi yang tidak darurat, ketika sebuah diagnosis atau konsultasi dibuat dalam kurun waktu 24-48 jam dan dikirim kembali.

Gambar mungkin dikirimkan dalam 1 gedung, antar gedung dalam 1 kotaatau dari beberapa lokasi ditempat yang berbeda negara. Teleradiology, pengiriman gambar X-ray, CT scan atau MRI adalah aplikasi yang paling sering digunakan dalam dunia telemedicine saat ini. Ada ratusan pusat kesehatan, klinik dan dokter pribadi yang menggunakan beberapa bentuk teleradiologi. Beberapa radiologis menginstall teknologi komputer di rumahmereka, sehinggga mereka bisa menerima gambar yang dikirim ke mereka dan melakukan diagnosis, daripada harus menempuh perjalanan ke klinik atau rumah sakit tertentu.

Telepathology adalah contoh lain dari penggunaan teknologi telemedicine. Citra pathologi dikirim dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk konsultasi diagnosis. Dermatologi juga cocok untuk pengaplikasian telemedicine (meskipun praktisi lebih banyak mencoba menggunakan teknologi interaktif untuk pengamatan kulit). Citra digital dari kondisi suatu kulit diambil dan dikirim ke dermatologist untuk diagnosis.

Telemedisin (telemedicine) dari arti katanya dapat diartikan sebagai kedokteran jarak jauh.Layanan kedokteran (klinis) dimaksud dapat berupa (transfer/transmisi) data (medis) dari proses wawancara (mis. anamnesis=wawancara dokter-pasien; dokter-mahasiswa dalam proses edukasi), pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan penunjang, peresepan bahkan tindakan perawatan dan pengobatan.
Data medis yang nantinya menjadi informasi yang lebih bermakna itu dapat berwujud format teks, citra/gambar/foto, video, audio/suara, biosinyal.Jarak jauh dimaksudkan adanya perbedaan geografis (mis. regional, internasional) antara pemberi layanan dan yang dilayani.

Layanan kedokteran jarak jauh ini dapat terlaksana berkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Telemedisin bukanlah teknologi yang benar-benar baru. Bukan hanya dalam khayalan. Telemedisin modern sudah ada sejak telepon digunakan. Telemedisin masa kini akan lebih mengacu pada pemanfaatan TIK yang lebih canggih.Istilah telemedisin disini lebih spesifik pada bidang kedokteran (klinis) dibanding istilah telehealth, telecare, telenursing.

http://k4b4y4n.blogdetik.com/2011/10/06/telematika-di-bidang-kesehatan/

Manfaat dan Kerugian Telematika

Semua orang pasti pernah mendengar dan mengenal istilah telematika. Bahkan kita semua tau dan tidak asing dengan salah satu ahli telematika di Indonesia yang sering menangani berbagai kasus Cyber Crime, dia adalah Roy Suryo. Namun, apakah anda mengetahui manfaat dan kerugian dari telematika? Sebelum membahas lebih lanjut tentang telematika, ada baiknya kita mengetahui manfaat dan kerugian dari telematika. Berikut ini adalah manfaat dan kerugian dari telematika :

Manfaat telematika
1. Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan
memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2. Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
4. Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
5. Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
6. Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan

Kerugian Telematika:
1. Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
2. Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
3. Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
4. Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
5. Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
6. Kejahatan telematika merugikan Negara, misalnya: Serangan yang paling merugikan adalah pengrusakan yang dilakukan olehhacker asing pada situs Kementrian keuangan Romania pada tahun 1999, sehingga merugikan pemerintah Romania milyaran dollar. Serangan ini dilakukan dengan mengganti besaran kurs mata uang Romania sehingga banyak pembayar pajak online yang terkecoh dengan data yang telah diganti tersebut.5 Hanya sayangnya, kejahatan ini tidak berlanjut ke pengadilan karena tidak adanya hukum yang mengatur kejahatan telematika yang bersifat transnasional.


http://justhayu.blogspot.com/2011/10/manfaat-telematika.html

Hacking dan Trojan Horse

1. Hacking
‘Hacking’ merupakan aktivitas penyusupan ke dalam sebuah sistem komputer ataupun jaringan dengan tujuan untuk menyalahgunakan ataupun merusak sistem yang ada. ‘Definisi dari kata “menyalahgunakan” memiliki arti yang sangat luas, dan dapat diartikan sebagai pencurian data rahasia, serta penggunaan e-mail yang tidak semestinya seperti spamming ataupun mencari celah jaringan yang memungkinkan untuk dimasuki.
Saat ini, marak sekali orang yang memiliki keanehan dengan keisengan mencoba-coba ketangguhan sistem pengaman jaringan sebuah perusahaan ataupun pribadi. Beberapa diantaranya memang memiliki tujuan mulia, yakni mengasah kemampuan mereka di bidang teknologi pengamanan jaringan dan biasanya setelah mereka berhasil menerobos sistem keamanan yang ada, mereka dengan kerelaan hati menginformasikan celah pengamanan yang ada kepada yang bersangkutan untuk disempurnakan. Namun ada juga yang benar-benar murni karena iseng ditunjang oleh motif dendam ataupun niat jahat ingin mencuri sesuatu yang berharga. 
  
2. The Trojan Horse
Trojan horse atau Kuda Troya, dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software/malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Dapat disebut sebagai Trojan saja (membuang kata horse). Penggunaan istilah Trojan atau Trojan horse dimaksudkan untuk menyusupkan kode-kode mencurigakan dan merusak di dalam sebuah program baik-baik dan berguna; seperti halnya dalam Perang Troya, para prajurit Yunani bersembunyi di dalam Kuda Troya yang ditujukan sebagai pengabdian kepada Poseidon. Kuda Troya tersebut menurut para petinggi Troya dianggap tidak berbahaya, dan diizinkan masuk ke dalam benteng Troya yang tidak dapat ditembus oleh para prajurit Yunani selama kurang lebih 10 tahun perang Troya bergejolak.
Kebanyakan Trojan saat ini berupa sebuah berkas yang dapat dieksekusi (*.EXE atau *.COM dalam sistem operasi Windows dan DOS atau program dengan nama yang sering dieksekusi dalam sistem operasi UNIX, seperti ls, cat, dan lain-lain) yang dimasukkan ke dalam sistem yang ditembus oleh seorang hacker untuk mencuri data yang penting bagi pengguna (password, data kartu kredit, dan lain-lain). Trojan juga dapat menginfeksi sistem ketika pengguna mengunduh aplikasi (seringnya berupa game komputer) dari sumber yang tidak dapat dipercayai dalam jaringan Internet. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat memiliki kode Trojan yang diintegrasikan di dalam dirinya dan mengizinkan seorang cracker untuk dapat mengacak-acak sistem yang bersangkutan.

http://www.infogue.com/viewstory/2009/06/23/perkembangan_cybercrime_dan_jenis_jenis_cybercrime_dalam_tinjauan_kriminologi/?url=http://agusthutabarat.wordpress.com/2009/06/23/358/

Perkembangan Teknologi Android

Saat ini teknologi android menjadi salah satu teknologi yang berkembang dengan pesat dan digandrungi oleh banyak orang. Perlu kita ketahui bahwa teknologi android juga menggunakan sistem operasi, dan sistem operasi yang digunakan oleh android senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Jika anda ingin mengetahui perkembangan dari teknologi android, berikut ini adalah berbagai versi perkembangan dari teknologi android sampai saat ini :

Versi 1.1.
Sebagai hasil pengembangan versi perdana, versi ini dirilis pada 9 Maret 2009. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Versi 1.5 (Cupcake)
Pada Mei 2009, versi 1.5 dirilis dengan beberapa pembaruan. Beberapa fitur yang ditambahakan pada versi ini antaralain kemampuan upload video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon.Versi 1.6 (Donut) Sedangkan versi 1.6 dirilis September 2009 dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan kita untuk memilih foto yang akan dihapus.

Versi 2.0/2.1 (Eclair)
Android versi 2.0/2.1 dirilis 3 Desember 2009 dilengkapi dengan Google Maps 3.1.2, browser baru dan dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.

Versi 2.2 (Froyo)
Android versi 2.2 dengan julukan Froyo, singkatan Frozen Yoghurt dirilis pada 20 Mei 2010. Pada versi ini kecepatan kinerja dan aplikasi naik 2 sampai 5 kali lebih cepat. Dan pada versi ini, ponsel Android memiliki kemampuan untuk menjadi Hotspot Wifi.

Versi 2.3 (Gingerbread)
Dirilis pada 6 Desember 2010 Gingerbread makin memanjakan para penggemar game. Format video, peningkatan kualitas suara menjadi kelebihan Gingerbread dibanding versi sebelumnya.

Versi 3.0 (Honeycomb)
Versi paling baru ini yang dirilis pada tahun 2011 ini mendukung multi prosesor dan juga peningkatan kemampuan hardware untuk grafis.

 http://www.mataelang.net/2011/06/perkembangan-teknologi-android/

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Pada periode ini, penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.


Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.








http://veblue.blogspot.com/2010/10/perkembangan-telematika.html

Senin, 14 November 2011

Tugas Softskill SPK


Nama : Stefanus Kurnia Suryaputra
Kelas : 4KA06
NPM :12108225

Bahan :

SAK SEMEN

Tiang 1 : 2
Tiang 2 : 1.5
Persediaan : 1.5

KANTONG PASIR

Tiang 1 : 3
Tiang 2 : 2
Persediaan : 21.5

Persamaan linier dari pernyataan diatas :

2X1 + 1.5X2 = 15
3X1 + 2X2 = 21.5

Beriku ini adalah cara menyelesaikan masalah :


1. Mencari nilai X2 dengan mengeliminasi X1
2X1 + 1.5X2 = 15 x 3
3X1 + 2X2 = 21.5 x 2
6X1 + 4.5X2 = 45
6X1 + 4X2 = 43 -
0.5X2 = 2
X2 = 2 / 0.5
X2 = 4
2. Mencari nilai X1 dengan memasukkan nilai X2 = 4 kedalam persamaan :
2X1 + 1.5X2 = 15
2X1 + 1.5(4) = 15
2X1 + 6 = 15
2X1 = 15- 6
2X1 = 9
X1 = 9/2
X1 = 4.5

X1 pada persamaan ini adalah Tiang 1 dan X2 adalah Tiang 2. Nilai untuk X1 = 4 dan X2 = 4.5


Persamaan Linier
2X1 + 1.5X2 = 15
3X1 + 2X2 = 21.5


Melihat dari tabel dan hasil persamaan linier diatas didapat kesimpulan bahwa :
1. Tiang 1 menggunakan 2(4.5) = 9 sak semen dan 3(4.5) = 13.5 kantong pasir.
2. Tiang 2 menggunakan 1.5(4) = 6 sak semen dan 2(4) = 8 kantong pasir.
Maka, total sak semen yang digunakan untuk tiang 1 dan tiang 2 adalah
9 + 6 = 15 sak semen.
Dan total kantong pasir yang digunakan untuk tiang 1 dan tiang 2 adalah :
13.5 + 8 = 21.5 kantong pasir.
* Penyelesian Menggunakan Spreadsheet (Excel)
Dari penyelesaian persamaan Linier secara manual kita dapat melakukannya di spreadsheet
seperti excel sebagai berikut :
1.      Formula untuk mencari X1 :


 





2.Formula untuk mencari X2 :







Maka didapatlah nilai X1 dan X2, masing - masing yaitu 4.5 dan 4.
3.Perhitungan total penggunaan sak semen dan kantong pasir untuk tiang 1 :
 









4.Penghitungan total penggunaan sak semen dan kantong pasir untuk tiang 2 :


 
















 Download link : 
http://www.4shared.com/document/_kLImjof/SPK_4KA06_12108225_Stefanus_Ku.html